Tawuran
Dari dulu hingga sekarang, masalah tawuran antar pelajar masih saja
terus terulang. Tawuran antarpelajar biasanya dilakukan oleh para siswa SMA,
yang mana tidak tanggung-tanggung dalam tawuran para pelajar tersebut membawa
senjata tajam berupa gear motor,
celurit, katana atau yang kita kenal sebagai samurai bahkan balok dan batu juga
ikut mereka bawa untuk amunisi menyerang lawannya. Kegiatan tawuran
antarpelajar ini biasanya memang sudah menjadi tradisi dari angkatan sebelumnya
dan kembali dilakukan oleh angkatan selanjutnya. Entah apa yang menjadi
persoalan sehingga tawuran antarpelajar bisa terjadi.
Tidak jarang tawuran
antar belajar dapat memunculkan korban jiwa atau bahkan korban luka-luka karena
terkena sabetan benda tajam atau terkena lemparan batu. Hal ini sempat terjadi
pada 2012 yang mana tawuran antara SMA 6 dengan SMA 70 Jakarta merenggut korban
jiwa. Hal ini tentu sangat disayangkan karena seorang pelajar seharusnya
berfokus untuk mencapai cita-citanya dan mencapai prestasi akademik maupun
non-akademik.
Tawuran antarpelajar ini
tentu sangat meresahkan warga sekitar karena tidak jarang melukai warga, merusak
fasilitas umum serta menganggu lalu lintas sehingga menghambat mobilitas orang
lain. Tidak jarang para pelajar ini sudah terciduk terlebih dahulu oleh polisi
sebelum mereka melakukan tawuran. Hal ini lebih baik karena dapat meminimalisir
kejadian yang tidak diduga.Tawuran bukan lagi hanya dilakukan oleh anak SMA
atau SMP tetapi, anak SD pun sudah mulai melakukan tawuran. Akhir-akhir ini
sedang viral tawuran yang dilakukan siswa SD hanya karena cinta segitiga.
Bagi siswa yang melakukan
tawuran, pihak sekolah sudah memberikan sanksi tegas bagi pelajar. Sanksi tegas
itu berupa pengeluaran dari sekolah. Namun, meskipun sanksi yang diberikan
berupa pengeluaran dari sekolah tapi masih ada saja pelajar yang tidak kapok
untuk kembali melakukan tawuran.
Komentar
Posting Komentar