Pengangguran Berpendidikan Tinggi
Berpendidikan tinggi dan memiliki gelar
sarjana tentu menjadi impian bagi semua orang. Dengan mempunyai pendidikan
tinggi dan gelar yang terdapat di belakang nama seseorang maka orang tersebut
diharapkan dapat mendapatkan pekerjaan dan kehidupan yang mapan pula. Itulah
yang selama ini menjadi bayangan setelah lulus dari perguruan tinggi dan
mendapatkan gelar sesuai denga program studi yang kita ambil. Dengan gelar yang
disematkan di belakang namanya, tentulah itu menjadi beban tersendiri.
Namun,
bagaimana jika kita memiliki pendidikan yang tinggi tetapi tidak mempunyai
pekerjaan? Jika hal ini terjadi, maka akan banyak omongan yang didapat entah
dari tetangga, saudara bahkan dari orang tua sendiri. Banyaknya lulusan sarjana
yang diluluskan dari banyak universitas di Indonesia, namun tidak sebanding
dengan lapangan pekerjaan yang ada. Orang dengan pendidikan tinggi belum tentu
akan mendapatkan pekerjaan yang mapan dan sesuai dengan bidang yang
dikuasainya. Hal ini terjadi karena kompetisi di lapangan kerja yang cukup
ketat. Dari satu lapangan pekerjaan, kita akan menemui ratusan bahkan ribuan
orang yang memperebutkan pekerjaan tersebut.
Lapangan
pekerjaan yang tersedia dengan lulusan yang dikeluarkan tidak sebanding. Hal
ini yang menyebabkan banyaknya orang bertitel tinggi yang menjadi pengangguran.
Tidak sedikit para sarjana yang masih luntang-lantung dan masih menengadahkan
tangan kepada orang tua hanya untuk makan saja. Maka dari itu, sebagai orang
yang memiliki pendidikan tinggi dan di tengah sulitnya mencari lapangan
pekerjaan, apalagi di kota-kota besar seperti Ibukota Jakarta. Orang tersebut
harus bersungguh-sungguh dan mampu bersaing atau berkompetisi dengan para
pencari pekerjaan yang lain. Hal ini karena perusahaan tentu akan menyeleksi
betul-betul para pelamar pekerjaan yang memiliki kualitas yang baik, quality over quantity.
Komentar
Posting Komentar