Kurangnya Minat Baca

         Ada pepatah yang mengatakan bahwa “buku adalah jendela ilmu” dengan banyak membaca buku maka kita akan mengetahui banyak ilmu serta wawasan. Namun, untuk di Indonesia sendiri minat membaca masih sangatlah kurang. Jika dibandingkan dengan negara lain, Indonesia berada posisi terbelakang dalam minat baca. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Tentunya perlu usaha keras untuk kembali menumbuhkan minat baca terutama dikalangan anak-anak sekolah. Diperlukan usaha keras karena anak-anak sekarang lebih tertarik dengan gadget dibandingkan membaca buku.
 Berdasarkan pengalaman penulis, di sekolah tempat dimana penulis menempuh pendidikan menengah atas. Pihak sekolah sudah menggalakkan program membaca di sekolah, kegiatan ini dilakukan di sekolah dari jenjang pendidikan dasar hingga jenjan. Kegiatan ini dilakukan setiap 10 menit sebelum proses pembelajaran dimulai, jika siswa sudah selesai membaca buku sampai habis. Maka siswa harus menceritakan kembali apa yang sudah dibaca melalui tulisan.
          Selain hal itu, ketika penulis melakukan observasi ke salah satu sekolah dasar di kota Serang, di dalam kelas itu terdapat perpustakaan mini. Jika jam istirahat atau ada jam kosong, untuk mengisi waktu luangnya siswa lebih memilih untuk membaca buku dibanding dengan melakukan kegiatan yang lainnya.

          Demi meningkatkan minat baca masyarakat, pemerintah membangun perpustakaan nasional yang berada di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Gedung perpustakaan ini terdiri dari 24 lantai. Perpustakaan ini sangat bagus, setiap ruangannya dilengkap dengan pendingin ruangan yang pasti membuat nyaman setiap pengunjung dan betah berlama-lama di perpustakaan itu. Perpustakaan ini langsung berhadapan dengan Monas sehingga sembari membaca kita juga dapat menikmati pemandangan Jakarta dari ketinggian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya