Guru adalah Panutan

       Guru adalah orang dewasa yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk memberikan ilmunya kepada orang banyak agar ilmunya tersebut dapat merubah seseorang menjadi lebih baik serta dapat mencapai tujuannya. Guru adalah profesi yang sangat mulia karena tanpa tak akan muncul orang-orang hebat di dunia ini. Guru biasa disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa karena ia memberikan ilmunya tanpa pamrih dan tidak memilih-milih kepada siapa ia harus memberikan ilmunya. Mennjadi seorang guru tidaklah mudah banyak masalah-masalah yang harus dihadapinya. Menjadi seorang guru memiliki tanggung jawab yang besar.
          Seperti kata pepatah “guru digugu lan ditiru”, dalam pepatah itu artinya guru dipercayain banyak orang dan ditiru banyak orang. Guru adalah panutan bagi murid dan masyarakat sekitar. Jika seorang guru tidak melakukan sesuatu yang tidak baik maka tidak menutup kemungkinan bahwa muridnya pun akan melakukan hal buruk seperti yang gurunya lakukan.
          Dalam pelajaran IPA, kita diajarkan bahaya dari rokok. Nikotin itu terdapat dalam rokok. Merokok dapat menyebabkan berbagai macam penyakit, tidak menutup kemungkinan penyakit juga timbul dari menghirup asap rokok. Namun, guru yang menjelaskan tentang bahaya malah merokok di lingkungan sekolah. Jika merokok di lingkungan sekolah tidak menutup kemungkinan akan ada siswa yang melihatnya merokok.

          Kembali dengan pernyataan “guru digugu lan ditiru”, bagaimana jika siswa menirukan guru tersebut dengan merokok? Siapa yang harus disalahkan? Untuk menghindari adanya siswa yang melihat guru merokok, janganlah merokok di lingkungan sekolah karena lingkungan sekolah haruslah terbebas dari asap rokok. Jika ada siswa yang menirunya, guru harus mengintrospeksi dirinya, bahwa guru adalah panutan bagi siswanya. Maka dari itu, seorang guru haruslah bersikap yang baik dihadapan siswanya agar siswa tidak menirukan perilaku buruk yang dilakukan oleh gurunya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya