Divorce
Setiap pasangan suami istri pasti tidak
ingin terjadi pertengkaran yang nanti akan berujung dengan perceraian. Dalam
Islam, perceraian merupakan suatu yang dibenci oleh Allah. Apalagi bagi
pasangan yang memiliki buah hati tentu hal ini sangat sulit diterima oleh buah
hati bahwa orang tuanya tidak bersama lagi. Perceraian tentu akan berdampak
buruk bagi psikologis anak, apalagi jika kedua orang tuanya tidak memiliki
hubungan yang baik setelah bercerai dan tidak memiliki komitmen untuk
membesarkan anak meskipun sudah bercerai. Dalam perceraian kedua orang tua,
anaklah yang menjadi korban dari keegoisan kedua orang tuanya.
Dampak
buruk bagi anak dari perceraian orang tuanya adalah anak bisa saja merasa
frustrasi karena belum bisa menerima perceraian kedua orang tuanya. Akibat dari
frustrasi itu, anak menjadi hilang arahan dan mencari kesenangannya di luar
rumah. Akibat perceraian orang tua juga dapat berdampak bagi pendidikan anak,
bisa saja akibat perceraian kedua orang tuanya anak tesebut sudah lagi mempunya
semangat untuk menempuh pendidikan sehingga hal itu dapat membuat prestasinya
turun. Anak menjadi susah diatur, terjerumus ke pergaulan yang salah,
mabuk-mabukan dan yang paling parah jika frustrasinya terus berlanjut maka anak
itu akan bunuh diri.
Bagi orang tua yang akan bercerai sebaiknya
dipikiran baik-baik. Jika masih bisa diselesaikan secara baik-baik, maka
sebaiknya tidak melakukan perceraian. Namun, apabila tidak bisa bersama lagi,
lebih baik komunikasikan terlebih dahulu kepada anak bahwa orang tuanya tidak
bisa bersama lagi. Selain itu, meskipun sudah bercerai orang tua harus tetap
bersama-sama untuk membesarkan buah hatinya dan tetap memberikan perhatian yang
sama. Jangan sampai anak menjadi korban dari perceraian orang tuanya karena
dalam perceraian orang tua anak bukanlah pelakunya. Senantiasa untuk membimbing
anak agar tidak terjerumus ke lubang hitam.
Sekian dan terima
kasih.
Komentar
Posting Komentar