Bakat Menjadi Petaka

          Banyak sekali orang di dunia ini yang memiliki bakatnya sendiri dan menjadikan seseorang terkenal karena bakat yang ia miliki. Ada bakat yang banyak orang bisa melakukannya dan adapula bakat unik yang jarang sekali dimiliki oleh orang lain. Memiliki bakat merupakan suatu kebanggaan bagi seseorang. Selain itu, bakat juga merupakan suatu anugerah yang Tuhan berikan kepada hambanya. Di era modern seperti sekarang ini, dimana dunia seperti tanpa batas kita bisa melihat pertunjukkan bakat dari berbagai negara. Ketika menonton pertunjukkan bakat di televisi atau pertunjukkan secara langsung tentunya kita pasti berdecak kagum saat melihat orang tersebut menunjukkan bakatnya di depan juri. Ketika seseorang memenangkan suatu perlombaan unjuk bakat yang ditayangkan di televisi tentu saja orang tersebut akan menjadi terkenal dan banjir tawaran pekerjaan dimana-mana.
          Namun, di zaman sekarang ini menjadi terkenal karena bakat yang miliki tidak melulu harus mengikuti ajang pencarian bakat yang ada di televisi. Hanya dengan kamera dan koneksi internet saja seseorang bisa terkenal karena menunjukkan bakatnya yang disebar lewat sosial media. Kehidupan manusia di zaman serba maju seperti sekarang ini tentu tidak bisa lepas dari handphone, koneksi internet dan sosial media. Ketiga hal itu sudah menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa lepas dari manusia. Sekarang segala sesuatu dapat dengan mudah kita sebarkan dan kita lihat di sosial media. Oleh karena itu, apapun yang sudah masuk ke sosial media tidak menutup kemungkinan akan menjadi viral. Begitu pula dengan bakat seseorang yang ada di sosial media.
          Bagi pembaca yang berkecimpung dalam sosial media tentu tidak asing lagi dengan seorang anak laki-laki yang mampu menirukan berbagai macam suara, seperti suara binatang dan lain-lain. Itu adalah bakat yang ia punya. Bakat yang ia miliki sangat unik karena ia dapat menirukan suara hewa dengan mirip. Anak laki-laki tersebut bernama Krisna, ia berasal dari Cirebon. Videonya viral dimana-mana dan menjadi perbincangan banyak orang karena keviralannya itulah akhirnya ia diundang ke Acara Hitam Putih Trans 7.
          Dalam acara tersebut Krisna diminta oleh kedua host untuk menunjukkan keahliannya menirukan berbagai macam suara seperti suara hewan, suara tukang balon, bahkan suara hantu. Ia mampu menirukannya dengan sangat baik dan membuat orang—orang ada di studio tertawa, begitupula dengan saya yang hany menontonnya di YouTube. Menurut pengakuan Krisna, ia mempelajari suara-suara tersebut secara otodidak di rumahnya.
          Setelah membuat penonton kagum dengan keahliannya, salah satu dari host tersebut menanyakan tentang pendidikan Krisna. Menurut pengakuan Ayahnya, Krisna sudah tidak lagi melanjutkan pendidikannya karena Krisna sering kejang-kejang atau epilepsy sejak kelas 3 SD. Namun, bukan hanya itu saja yang membuat Krisna merasa sedih karena bakat unik yang dimilikinya Krisna merasa trauma sering dipukuli oleh temannya. Selain dipukuli oleh temannya, Krisna mengaku bahwa ia juga dicakar. Hal itu dapat terjadi jika Krisna tidak mau menunjukkan bakatnya kepada teman-temannya.
          Dari apa sudah saya bicarakan di atas dari percakapan tentang Krisna dalam acara Hitam Putih, tentulah hal ini sangat memprihatinkan. Bagaimana tidak, biasanya orang yang memiliki bakat tentu pasti dibangga-banggakan oleh orang sekitarnya. Namun tidak demikian dengan yang terjadi pada Krisna, bakat yang ia miliki malah membawa petaka bagi dirinya sendiri dan hal tersebut dilakukan oleh teman-temannya. Tentu sangat menyedihkan saat mengetahui hal ini dapat terjadi di lingkungan sekolah.
Hal ini haruslah menjadi perhatian bagi orang tua, guru serta warga sekolah. Untuk itu dalam kasus ini peran orang tua sangatlah penting. Buatlah anak nyaman dan bangunlah komunikasi yang baik dengan anak sehingga anak mampu menceritakan apapun yang terjadi kepadanya di sekolah maupun di luar sekolah. Begitu pula dengan guru dan warga sekolah haruslah peka dan mengamati peserta didiknya. Semoga dengan apa yang alami Krisna dapat menambah perhatian kita kepada anak-anak yang memiliki bakat tertentu sehingga tidak ada lagi Krisna yang lainnya di dunia ini.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya