Suudzon

       Suudzon adalah perilaku buruk sangka terhadap seseorang. Suudzon kepada setiap perilaku yang dilakukan oleh seseorang itu tidak boleh. Sebagai manusia, kita haruslah berprasangka baik (husnuzon). Pertanyaannya, apakah boleh sebagai seorang kita selalu suudzon kepada muridnya? Apakah sikap suudzon guru akan berdampak kepada siswa? Apa dampaknya? Tema ini saya ambil dari film Taiwan yang menurut saya sangat bagus untuk ditonton yang berjudul, “Our Times”.
Dalam film ada karakter yang terkenal nakal dan bodoh di sekolahnya bernama Hsu Taiyu. Pada suatu hari, sikapnya berubah, ia jadi tidak nakal lagi dan sudah mulai belajar. Saat itu, masuklah seorang kepada sekolah baru ke kelas Taiyu. Kepala sekolah itu menanyakan siapa yang mendapatkan nilai paling tinggi di kelas, ternyata Taiyu lah yang mendapat nilai tertinggi di kelas. Kepala sekolah itu memaki Taiyu bahwa apa yang didapatkannya adalah hasil dari menyontek. Kemudian, Taiyu membela dirinya lalu kepala sekolah itu memberikannya hukuman lari 50 putaran. Kepala sekolah baru itu memang terkenal garang dan ia yang membuat aturan-aturan ketat di sekolah tersebut sehingga banyak siswa yang menentangnya.

Dari apa yang terdapat dalam film tersebut, memang benar bahwa peribahasa “nila setitik rusak susu sebelanga”, kesalahan orang satu kali akan terus salah meskipun ia melakukan 24 kebaikan. Menurut saya, tidaklah baik bagi guru untuk suudzon kepada siswanya karena hal ini akan berdampak buruk bagi siswa. Siswa akan merasa tidak dihargai atas pekerjaan dan kejujurannya. Berikanlah siswa kesempatan untuk melakukan perbuatan baik. Sisi positif yang dapat diambil dari seorang Hsu Taiyu adalah meskipun ia dituduh yang tidak-tidak oleh kepala sekolahnya sendiri tapi ia tidak patah semangat untuk melanjutkan pendidikannya ke Amerika dan kembali ke Taiwan menjadi orang yang sukses.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya