Berilmu Tapi Korupsi

          Akhir-akhir ini, negara ini dihebohkan dengan kasus korupsi yang sempat menjadi headline diberbagai media massa. Kasus korupsi melibatkan sejumlah pejabat, yang mana diantaranya adalah Ketua DPR, yang berinisial SN. SN terlibat kasus korupsi pengadaan E-KTP yang merugikan berjuta-juta rakyat Indonesia karena sampai saat ini E-KTP yang sudah dibuatnya dari beberapa waktu lalu tak kunjung jadi. Selain kasusnya yang menghebohkan dan merugikan banyak orang. Pemberitaan ini juga diwarnai dengan drama yang dilakukan oleh SN, mulai dari sakit sampai menghilang saat dijemput oleh KPK dan akhirnya ditemukan mobilnya menabrak tiang listrik.
          Orang yang memiliki jabatan tinggi pastilah mempunyai pendidikan yang tinggi dengan gelar-gelar beken di belakang namanya. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang tersebut tergolong orang yang pintar. Selain dalam bidang akademik, mereka juga pintar untuk menarik perhatian orang banyak sehingga dapat dipilih sebagai pejabat di negeri ini. Namun, hal ini sangat disayangkan karena melibatkan orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di negara Indonesia. Orang-orang yang memiliki jabatan tinggi di negara ini, tetapi malah melakukan tindakan tidak terpuji seperti korupsi. Korupsi biasanya dilakukan oleh para pejabat negeri yang secara sewenang-wenang menyalahgunakan wewenangnya demi mendapatkan keuntungan pribadi.
          Dalam kasus ini, sangat disayangkan orang berilmu tinggi namun korupsi dan licik serta tega mengambil hak yang bukan miliknya demi memperkaya diri. Hal ini menunjukkan bahwa perilaku seseorang terkadang tidak sejalan dengan pendidikan tinggi serta gelar yang dimilikinya. Pendidikan tinggi yang dimilikinya tidak diamalkan dengan baik. Maka dari itu, dalam memilih seorang pemimpin kita haruslah berhati-hati dan tidak mudah termakan janji manisnya saat kampanye.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya