Married By Accident

        Pada saat menginjak usia remaja, pasti seorang remaja sudah mulai menyukai lawan jenisnya. Hal ini sangatlah wajar dialami oleh para remaja. Tidak sedikit anak-anak remaja usia sekolah yang sudah mulai berpacaran. Mereka tak segan untuk menampilkan kemesraannya yang di upload di sosial media yang dimilikinya, entah itu berupa foto ataupun hasil screenshot chat antara mereka berdua. Jika melihat di facebook ataupun sosial media yang lainnya, kita sering melihat remaja yang sudah kelewatan batas dalam menampilkan kemesraannya dengan kekasihnya. Hal ini tentu sangat miris jika dilihat, bagaimana tidak seorang remaja sudah tidak malu menampilkan kemesraannya seperti layaknya pengantin baru.
          Dari buku yang pernah saya baca, angka perempuan yang sudah tidak perawan itu masih tinggi. Bayangkan saja, tidak sedikit siswi usia SMA yang kehilangan keperawanannya di usia yang semuda itu dan hal itu lakukan oleh kekasihnya yang notabene tentulah bukan mahramnya. Hal ini tentu sangat memprihatinkan. Bagaimana bisa anak sebelia itu sudah berani melakukan hal yang sangat tidak sesuai dengan kebudayaan Indonesia?
          Dapat kita ketahui bahwa di era globalisasi seperti sekarang ini informasi dari berbagai negara dapat dengan mudah diakses, situs-situs apapun dapat dengan mudah kita akses melalui search engine. Selain itu, pesatnya kebudayaan Barat yang masuk ke Indonesia memberikan dampak tersendiri. Namun, tidak semua kebudayaan Barat itu harus selalu dicap buruk. Nah, mungkin para remaja yang melakukan hal tidak senonoh seperti itu meniru budaya Barat yang tidak baik. Selain itu, remaja juga masih labil dan mudah terpancing oleh suasana.
          Dampak buruk dari pacaran di usia remaja adalah besar kemungkinan remaja melakukan hal tidak sesuai norma dan aturan. Yang mana seperti kita ketahui memasuki usia remaja, organ reproduksi sudah dapat berfungsi. Jika remaja melakukan hubungan suami istri makan tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang tidak diinginkan yaitu married by accident atau yang biasa disingkat menjadi MBA (menikah karena kecelakaan). Kecelakaan dalam konteks ini bukanlah kecelakaan yang terjadi antara mobil dan mobil. Namun, pasangan remaja yang mana masih di bawah umur tersebut menikah karena hamil di luar nikah. Married by accident dapat meningkatkan potensi meninggalnya ibu muda. Selain itu, remaja juga belum bisa mengontrol emosinya dengan baik dan perceraian bisa saja terjadi.

          Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan disinilah peran orang tua berperan sangat besar. Mengapa? Karena orang tua mempunyai waktu yang lebih lama bersama anak dibandingan dengan guru. Jika anak sudah memasuki usia remaja cobalah untuk berkomunikasi dan mengawasi pertemanan anak tersebut serta sedikit membatasi waktu main anak apa lagi jika anak sudah mulai menyukai lawan jenisnya. tetapi, peran guru juga tidak kalah penting guru harus mampu membimbing peserta didiknya agar tidak terjerumus dalam married by accident.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya