Senioritas Masih Merajalela

           Pada musim-musim tahun ajaran baru dimana mahasiswa baru mulai masuk, disitulah para mahasiswa senior menunjukkan dirinya sebagai senior bagi adik-adik kelasnya. Tidak jarang, ada para oknum yang memanfaatkan dan tidak menyia-nyiakan untuk melakukan aksi balas dendam kepada adik kelasnya. Pada saat ospek, tidak jarang disalahkangunakan untuk melakukan aksi senioritas. Yang mana seharusnya dengan ospek, mahasiswa senior dan mahasiswa junior dapat menjalin hubungan yang baik tetapi malah sebaliknya. Para mahasiswa senior merasa mempunyai kekuasaan untuk mengontrol dan membuat tunduk adik kelasnya.
            Senioritas sepertinya sudah membudaya di kalangan para pelajar. Tidak sedikit junior yang lebih takut kepada seniornya ketimbang para gurunya. Saat ospek, junior rela melakukan apapun agar tidak kena marah oleh seniornya. Namun, tidak sedikit pula junior yang berani untuk mengkritisi tindakan seniornya. Senior melakukan hal tersebut agar juniornya hormat kepada seniornya. Namun sepertinya itu bukanlah cara yang baik agar junior menghormati seniornya. Mengapa di Indonesia senioritas masih tinggi dan sepertinya sulit dihilangkan? Mengapa pula senior merasa dirinya adalah seorang dewa yang tidak pernah salah? Mengapa mereka perlu membentak juniornya hanya agar mereka dihormati? Hal itu tidak ada hubungannya dengan dunia pendidikan, tidak ada hubungannya pula membentak dengan hormat menghormati. Mengapa pula kita harus menghormati orang yang kerjaannya hanya membentak dan mencari kesalahan orang lain? Hal ini sungguh sangat disayangkan karena di zaman sekarang ini masih terjadi senioritas.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya