Kota dan Desa

       Bila berkunjung ke kota terutama Ibukota Jakarta identik dengan gedung-gedung yang menjulang tinggi serta banyaknya kantor-kantor pemerintahan, pemandangan seperti itu tentu berbeda dengan keadaan di desa. Gedung-gedung sekolah di desa dan di kota sangatlah berbeda, jika di kota para pelajar akan mendapatkan pelayanan pendidikan yang lebih baik. Bila di desa, gedung-gedung sekolah seperti sudah tidak layak lagi untuk digunakan, kurangnya sarana dan prasarana yang memadai demi menunjang proses belajar-mengajar. Mengapa hal itu bisa terjadi? Apakah itu berarti pemerintah tidak memperhatikan desa-desa?

            Pendidikan di kota terlihat lebih maju mungkin karena jika di kota pemerintah mudah untuk mengontrol dan tahu apa saja masalah-masalah yang terjadi di kotanya sehingga cepat untuk ditangani. Bukankah setiap daerah mempunyai pemerintah kota masing-masing? Lalu, mengapa pemerintah kota tidak bersikap tanggap dalam menyelesaikan masalah pendidikan yang terjadi di daerahnya? Jika melihat seklah-sekolah yang berada di daerah pedalaman Indonesia tak jarang yang kita temukan adalah gedung sekolah yang tidak layak dan mengancam keselamatan siswa. Fasilitas-fasilitas dasar seperti toilet masih menjadi masalah  bagi sekolah-sekolah di desa. Akses jalan yang sangat jauh dan jalanannya tidak dapat dijangkau oleh kendaraan besar tentu masih menjadi kendala bagi pemerintah untuk memperbaiki sekolah tersebut. Jika respon dari pemerintah lama, maka warga lah yang harus berinisiatif untuk bekerja sama memperbaiki dan membangun sekolah demi kelancaran putra atau putri untuk tetap dapat memperoleh ilmu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya