Mahasiswa Abadi
Setiap mahasiswa pastinya ingin cepat-cepat
mendapatkan gelar Sarjana atau Diploma-nya, bukan? Semakin cepat lulus dan
mendapatkan gelar tentu akan semakin cepat pula seseorang akan melanjutkan
kehidupannya dan bukan hanya berkutat dengan tugas, skripsi dan kampus saja. Jika
sudah menginjak usia dewasa, sudah pasti ada keinginan untuk melanjutkan ke
kehidupan yang lebih jauh lagi sepeti, menikah, menjadi orang sukses, atau
bahkan ingin mewujudkan cita-cita. Setiap kampus mempunyai kebijakan
masing-masing yang mengatur berapa lama mahasiswa harus menyelesaikan
pendidikannya di universitas.
Di
Untirta sendiri, mahasiswa diberi waktu 14 semester atau kira-kira sekita 8
tahun untuk harus menyelesaikan pendidikannya. Jika sudah melewati dari batas
tersebut, maka mahasiswa tersebut akan di drop-out
dari kampus. Mahasiswa yang tak kunjung menyelesaikan kuliahnya disebut
dengan ‘Mahasiswa Abadi’. Mengapa sih ada mahasiswa yang betah untuk
berlama-lama di kampus? Apakah mahasiswa tersebut mempunyai peranan penting di
kampus atau di organisasinya sehingga terasa berat untuk meninggalkan? Sepertinya
ada mahasiswa yang seperti itu.
Mungkin
ada beberapa faktor mengapa ada mahasiswa abadi, yaitu mahasiswa tersebut malas
untuk menyelesaikan skripsinya sehingga skripsinya mandeg dan tidak berkembang,
mahasiswa tersebut mengambil cuti yang cukup lama karena suatu alasan atau
adakah mahasiswa yang terlalu cinta dengan kampus dan organisasinya sehingga
berat untuk meninggalkan kampusnya? Janganlah menjadi mahasiswa yang suka
menunda-nunda sesuatu atau malas mengerjakan sesuatu karena kehidupan
sesungguhnya bukanlah hanya sekitar kampus dan organisasi saja, namun masih ada
hal-hal lain yang lebih besar menunggu untuk diraih demi mendapatkan kehidupan
yang lebih baik lagi.
Komentar
Posting Komentar