Kupu-Kupu

Ada yang pernah berkata bahwa jangan menjadi mahasiswa ‘kupu-kupu’ tapi jadilah mahasiswa ‘kura-kura’ yang sibuk dengan berbagai organisasi. Julukan ‘kupu-kupu’ adalah singkatan dari kuliah-pulang kuliah-pulang. Mengapa begitu? Mahasiswa tipe kupu-kupu lingkup kuliahnya hanya sebatas kampus dan kamar kost saja. Mahasiswa kupu-kupu biasanya adalah orang-orang yang hanya berfokus pada masalah akademiknya saja, tetapi tidak begitu menghiraukan organisasi. Banyak orang yang bilang bahwa di kampus lah mahasiswa akan mendapat banyak relasi yang nantinya akan membantu untuk mendapatkan pekerjaan.
            Sedangkan mahasiswa kura-kura adalah mahasiswa yang setiap harinya harus membagi waktu antara kuliah, tugas dan organisasi yang dijalaninnya. Mahasiswa kura-kura biasanya terkenal karena mempunyai banyak teman dari dalam organisasinya maupun dari luar organisasi. Pada awal ospek, mahasiswa baru akan diiming-imingi untuk masuk ke dalam himpunan mahasiswa atau ukm lainnya. Ada mahasiswa yang merasa tertarik, ada juga yang tidak dan memilih menjadi kupu-kupu.
            Ada beberapa alasan yang sebenarnya seorang mahasiswa menjadi mahasiswa kupu-kupu, yaitu mahasiswa tersebut merasa tidak menemukan sesuatu yang dapat menarik perhatiannya, organisasi yang tidak sejalan dengan pemikirannya bahkan ada yang terlalu mager untuk harus disibukkan dengan organisasi serta mahasiswa tersebut berfokus dalam akademiknya untuk mencapai IPK Cum Laude dan masih banyak yang lainnya.

            Menjadi mahasiswa kupu-kupu ataupun menjadi mahasiswa kura-kura adalah hak setiap seorang untuk menentukan tujuannya. Hal tersebut tentu mempunyai kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Saat mahasiswa yang lain liburan tetapi mahasiswa yang memiliki tanggung jawab dalam organisasi harus rela masa liburannya direnggut oleh urusan organisasi. Menurut saya, untuk mendapatkan banyak relasi tidaklah harus menjadi kura-kura tetapi bila kita mampu bersosialisasi dengan baik tanpa organisasi pun kita akan mendapatkan banyak teman. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya