Ospek

            Bagi para pelajar, kegiatan ospek tentu menjadi hal yang wajib dilakukan ketika masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Biasanya kegiatan ospek dilakukan pada saat tahun ajaran baru, yang mana kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahunnya. Jika di SMP atau SMA ospek dikenal dengan nama MOPDB (Masa Orientasi Peserta Didik Baru). Sementara untuk di universitas kegiatan ospek dikenal dengan nama Pengenalan Kampus. Banyak pro dan kontra yang menyerti kegiatan ospek ini. Banyak yang pro bahkan tidak sedikit juga yang kontra.
            Ada berargumen bahwa dengan ospek dapat membuat fisik dan mental kita menjadi lebih kuat. Tetapi pada nyatanya, apakah bisa senior atau kakak kelas membuat fisik dan mental seseorang kuat hanya dalam itungan hari saja? Apakah dengan terus membentak kepada siswa baru dapat mental seseorang menjadi lebih kuat? Bagaimana bisa hal itu bisa terjadi? Kalau saja ospek dilakukan dalam hitungan bulan dengan dengan kegiatan fisik dan mental yang terencana mungkin akan membuat fisik dan mental seseorang menjadi lebih tangguh. Namun, apa yang terjadi di lapangan sepertinya tidak memiliki tujuan jelas untuk menguatkan mental dan fisik seseorang.
            Ada pula yang berargumen bahwa dengan ospek dapat membuat mental seseorang menjadi lebih kuat. Apakah dengan dipermalukan di depan umum dapat membuat mental seseorang lebih kuat? Apakah dengan diteriakin membuat mental seseorang lebih kuat? Sepertinya dipermalukan dan diteriaki sama sekali tidak memilik relasi dengan dapat membuat mental seseorang menjadi kuat.
Ada argumen lagi yang mengatakan bahwa ospek dapat membuat peserta menjadi hormat kepada seniornya. Bagaimana bisa seorang siswa/mahasiswa baru hormat dengan seniornya yang kerjaannya hanya membentak selama 3-4 hari? Sepertinya, para siswa hanya berakting untuk hormat kepada seniornya. Terkadang ospek sering dijadikan ajang balas dendam senior kepada junior. Jika ingin siswa/mahasiswa baru hormat kepada senior, tentu senior haruslah berbuat sesuatu yang dapat membuat siswa baru terinspirasi.
Ospek membuat lebih disiplin. Tetapi pada kenyataannya setelah ospek masih banyak siswa/mahasiswa baru yang tidak disiplin. Bagaimana mungkin ospek dapat membuat seseorang lebih disiplin hanya dalam waktu. 3-4 hari saja? Mungkin panitia ospek atau komdis juga pada perkuliahan juga ada yg tidak disiplin. Bagaimana bisa seseorang mendidik orang lain untuk disiplin tetapi orang mendidiknya saja tidak disiplin?

            Masih banyak lagi argumen-argumen lainnya mengenai ospek. Ospek tidaklah selalu berkonotasi negatif namun juga dengan ospek kita dapat mengenal kampus/sekolah, menjalin pertemanan dengan teman-teman baru, menjalin hubungan baik antara senior dan junior. Seharusnya, ospek benar-benar dibuat untuk siswa/mahasiswa baru merasa memiliki kesan yang baik terhadap sekolah barunya. Ospek juga seharusnya dibuat dengan tujuan yang baik dan tentunya harus berhubungan dengan pendidikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya