Selegram Jadi Panutan
Internet membuat dunia ini seperti tanpa batas, hanya
dengan koneksi internet yang tersambung digadget semua informasi dari berbagai.
penjuru dunia bisa kita dapat dengan mudahnya. Di zaman sekarang ini, orang tua
sudah ada yang membebaskan anaknya untuk memegang gadget dan memiliki sosial
media. Tanpa pengawasan orang tua, bisa saja anak dapat membuka situs-situs
yang tidak baik, melihat gambar-gambar yang tidak senonoh, yang tentunya akan
berdampak pada perkembangan anak. Instagram adalah salah satu sosial media
terpopuler selain facebook. Instagram dapat dijadikan sebagai album digital
bagi banyak orang, ditambah lagi dengan fitur terbaru instragram yaitu snapgram. Dengan snapgram, pengguna Instagram dapat dengan mudah membagikan kegiatan
yang sedang dilakukan. Dari dulu sampai sekarang Instagram tidak kehilangan
pamornya.
Semakin
hari, Instagram bukan hanya dijadikan sebagai album digital saja namun juga
dijadikan sebagai lahan bisnis yaitu dengan mengadakan endorsement. Biasanya yang mengadakan kegiatan tersebut adalah para
pengguna Instagram yang memiliki pengikut yang banyak atau yang biasa disebut
dengan julukan ‘selebgram’ atau selebritis Instagram. Yang sedang
hangat-hangatnya menjadi perbincangan dan kontroversial adalah pengguna Instagram
dengan nama akun @awkarin. Perempuan tersebut mempunyai sekitar 2 juta lebih
pengikut di Instagramnya.
Ia menjadi
kontroversial karena vlognya di youtube yang mengeluarkan kata-kata kasar yang
tidak patut didengar karena kasus tersebut ia dipanggil KPAI. Pengikut awkarin
kebanyakan dari anak-anak yang baru beranjak dewasa, padahal jika melihat apa
yang diposting olehnya tidak menjadi
contoh bagi anak-anak. Bila dilihat di snapgram-nya
sering kali ia mengunggah saat sedang pergi ke kelab malam dan minum-minuman
keras.
Hal ini
tentu haruslah menjadi perhatian orang tua, jika mengingat anak yang sudah
diberikan gadget dan mempunyai akun Instagram. Dikhawatirkan anak tersebut
menjadikan para selebgram yang kurang baik sebagai role-modelnya. Meskipun anak diberikan kebebasan untuk memegang
gadget tetapi orang tua haruslah mengontrol dan mengetahuin apa saja yang
diakses oleh anak. Jika dibiarkan, maka akan berpengaruh kepada perkembangan
anak dan berpengaruh pada etika dan moral anak. Guru juga berperan penting
untuk menghimbau siswa agar tidak mencontoh orang yang memiliki perilaku tidak
baik.
Komentar
Posting Komentar