Kekerasan di Sekolah

           Masalah kekerasan di sekolah selalu menjadi sorotan publik karena kekerasan tersebut terjadi di sekolah. Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman bagi siswa, namun tidak demikian. Kekerasan di sekolah bukan hanya dilakukan oleh sesama murid tetapi yang lebih memprihantikannya lagi guru juga melakukan hal tidak terpuji tersebut. Banyak sekali kasus kekerasan di sekolah yang dilakukan oleh sesama murid maupun guru. Kekerasan yang terjadi di sekolah bukan hanya melukai fisik siswa tetapi ada juga yang sampai merenggut nyawa muridnya.
            Contoh kasus yang dilakukan guru kepada siswa salah satunya adalah kasus kekerasan yang terjadi mengenai guru yang menganiaya muridnya sendiri. Dari banyak kasus, kebanyakan guru hanya bertujuan memberikan hukuman kepada murid. Namun, yang terjadi malah kekerasan yang didapat oleh siswa dari gurunya. Guru tersebut melakukan kekerasan fisik kepada muridnya. Bukannya siswa yang jera karena telah melakukan kesalahan namun guru malah yang dilaporkan karena melakukan kekerasan bahkan berujung ke penjara.
            Mungkin guru memiliki tujuan yang baik agar siswa tidak mengulangi kesalahannya kembali. Namun, cara yang dilakukan guru tersebut itu salah. Hukuman fisik seperti mencubit, memukul bahkan menampar siswa tentu dapat melukai siswa. Bukan hanya fisik saja yang terluka, namun juga psikisnya. Siswa akan merasa tidak aman berada di sekolah dan membuat siswa trauma kepada guru. Bahkan yang lebih parahnya lagi karena kekerasan yang dialami siswa, siswa tersebut tidak mau lagi untuk pergi ke sekolah.
Sementara untuk kasus yang dilakukan oleh sesama murid terjadi di STIP pada 10 Januari 2017 yang mana kekerasan tersebut merenggut nyawa seorang taruna bernama Amirullah Adityas Putra. Kekerasan yang alami Amirullah dilakukan oleh seniornya. Kejadian ini tidak ketahui oleh pengurus sekolah, padahal kejadian tersebut terjadi di sekolah dan melibatkan beberapa orang. Apa yang terjadi di STIP menjadi sorotan publik karena kekerasan tersebut terjadi di sekolah dan merenggut nyawa seseorang. Kasus yang merenggut nyawa Amirullah bukanlah kasus pertama yang terjadi di STIP. Semoga kasus Amirullah menjadi kasus terakhir dan dapat dijadikan pelajaran bagi STIP maupun sekolah yang lainnya.

Seharusnya sekolah menjadi tempat yang aman bagi siswa, namun banyaknya kasus kekerasan di sekolah tidak lagi menjadikan sekolah menjadi tempat yang aman. Disini lah peran guru dan semua warga sekolah untuk melindungi muridnya dari tindak kekerasan yang dilakukan oleh guru maupun sesama temannya agar siswa merasa aman di sekolah. Bagi guru, jika siswa melakukan kesalahan hindari hukuman fisik seperti mencubit atau memukul, berikanlah hukuman yang edukatif kepada siswa. Guru juga harus menghimbau kepada murid untuk tetap harus berbuat dan perilaku baik kepada temannya.  Semoga kasus kekerasan di Indonesia tidak semakin menjadi-jadi karena mengingat tingginya angka kekerasan anak Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya