Sekolah Swasta Lebih Baik?

        Di Indonesia, sekolah dibagi menjadi dua jenis, yaitu sekolah swasta dan sekolah negeri. Bagi masyarakat yang memiliki tidak banyak biaya pasti akan menyuruh anaknya untuk masuk ke sekolah negeri karena di sekolah negeri orang tua tidak harus mengeluarkan uang bayaran setiap bulannya. Sekolah negeri semua biaya ditanggung oleh pemerintah kecuali kebutuhan yang sifatnya pribadi. Bagi orang tua yang menyekolahkan anaknya di seklah swasta haruslah mengeluarkan kocek tambahan untuk membayar yang uang bulanan sekolah. Bagi orang-orang yang memiliki kocek lebih untuk menyekolahkan anaknya pasti akan memilih sekolah swasta dengan kualitas unggul dibanding menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.
Setiap orang tua pasti ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi buah hatinya agar kelak menjadi orang yang sukses dan berguna bagi nusa dan bangsa. Sekolah swasta dianggap lebih baik dan lebih unggul dari segi fasilitas maupun tenaga pengajarnya. Namun, fasilitas yang bagus dan tenaga pengajar yang unggul tentulah harus dibayar sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh orang tua.
Sekolah swasta yang bagus dan mahal memiliki fasilitas yang lengkap di dalam sekolahnya, sepeti kolam renang, lapangan basket, bola, ruangan kelas yang berAC serta ruang auditorium yang dilengkapi dengan layar lebar bak bioskop. Sekolah swasta juga sangat selektif dalam memilih tenaga pengajarnya. Tidak sedikit sekolah swasta yang mendatangkan guru dari luar negeri demi kualitas sekolah tersebut. Sekolah swasta yang unggul biasanya sudah menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar dalam pembelajarannya.

Banyak orang yang berduit beranggapan bahwa dengan menyekolahkan anaknya di sekolah swasta akan mencetak anaknya menjadi anak yang unggul pula dalam akademik maupun non akademik. Tetapi bukan berarti sekolah negeri jelek, tenaga pengajar di sekolah negeri juga adalah tenaga kerja pilihan. Kedua sekolah baik swasta maupun negeri sama-sama memililki keunggulan masing-masing. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belum Cukup Umur

Anak Jalanan

Ilmu Bahasa dan Budaya